hobies

Kamis, 09 Desember 2010

REVIEW CD.

 
Alice
 

Oleh : Ricky Siahaan






Kekacauan yang sempurna datang dari Bandung



Apa yang membuat EP Konsorsiumhumaniora, debut album mini dari band hardcore/punk asal Bandung ini menarik adalah pendekatan musikal mereka yang anomali bila dibanding band-band pada umum-nya di scene musik cadas nusantara. Cu-kup terpengaruh kental de-ngan band-band bernuansa ‘chaotic’ se-perti Converge, Botch, atau Cave in era awal, membuat nada-nada pada tembang “Kontradiksi Tirani” terde-ngar miring, kreatif, absurd dan di saat yang sama di-ngin, brutal, dan juga apokaliptis. Dengan tempo dasar yang berubah-ubah sekehendak hati, distorsi gitar disetel kasar dan menggerinda gendang te-linga, tembang “Iron Nerves/Maladjusted Creation” terdengar ‘harmonis’ versi orang schizophrenik yang tengah meng-amuk. Yang paling menarik perhatian adalah lagu terakhir, “Myasthenia Gravis”, sebuah nomor hardcore punk yang berat, lambat de-ngan genjrengan repetitif dari sebuah kord yang beraroma bizzare. EP ini adalah sebuah petualangan menyegarkan, penuh kekacauan namun berdaya pikat. Sayang format album ini hanya sebuah album mini, namun untungnya lebih dari cukup berpotensi untuk menobatkan Alice menjadi buzz band berikutnya di lingkungan musik ekstrim di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar